IPOS Forum ke-11 Dibuka di Medan, GAPKI Soroti Tantangan Produksi dan Tata Kelola Sawit Nasional

Medan – IPOS Forum ke-11 resmi dibuka di Medan, Sumatera Utara. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi pemangku kepentingan industri kelapa sawit nasional untuk membahas tantangan produksi, kebijakan, dan tata kelola sawit yang berkelanjutan. Dalam forum tersebut, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan kepentingan ekspor.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia, tetapi juga konsumen utama komoditas tersebut. Karena itu, menurutnya, keberlangsungan industri sawit perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu menyeimbangkan kebutuhan dalam negeri dan kepentingan ekspor.

“Indonesia tidak hanya menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia, tetapi juga konsumen utama komoditas tersebut. Karena itu, keberlangsungan industri sawit perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu menyeimbangkan kebutuhan dalam negeri dan kepentingan ekspor,” kata Eddy dalam forum tersebut.

Eddy menegaskan bahwa tantangan industri sawit nasional tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga tata kelola yang transparan, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan keberlanjutan. Menurutnya, kebijakan yang tidak seimbang berpotensi mengganggu pasokan domestik maupun daya saing ekspor.

Forum ini juga dihadiri Ketua Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu Bapak Fitra Syawal Harahap, SP.,M.Agr
Kehadiran kalangan akademisi dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mencari solusi atas berbagai tantangan produksi dan tata kelola sawit nasional.

Melalui IPOS Forum ke-11, diharapkan muncul rekomendasi yang konkret, terutama terkait peningkatan produktivitas, penguatan data dan transparansi, serta kebijakan yang berpihak pada petani, industri, dan keberlanjutan sektor sawit Indonesia. 

Fitra Syawal Harahap, S.P., M.Agr

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *